Pembentukan Pansus PLN Dinilai Politis

01/20/2009 - 16:29

Usulan pembentukan Panitia Khusus (Pansus)tentang PLN oleh Komisi I dan Komisi IV DPRD NTB, dinilai bernuansa politis.

LOBAR- Penilaian tersebut dilontarkan pengamat politik, L Satriawan Sahak, pada Koran BERITA Senin (19/1) kemarin. Menurut dia, pihaknya sangat mendukung pembentukan panitia khusus (Pansus) tentang PLN. Tapi jangan sampai Pansus tentang PLN ini digunakan sebagai ajang mengejar popularitas dan kemampuan untuk bermanuver. "Saya mendukung pembentukan Pansus. Tapi nuansa politik sangat kental" katanya. Dia juga mempertanyakan, kenapa permasalahan PLN ini sekarang diangkat. Padahal sekali kasus-kasus yang mendapatkan perhatian untuk segera dibentuk Pansus, seperti kasus Bank NTB misalnya. Seharusnya oknum yang berkomentar itu, ilmunya lebih tinggi clan pegawai PLN. "Jangan sampai ini dipolitisir. Kenapa Baru sekarang permasalahan itu diangkat? Kenapa ndak dari dulu-dulu," cetus Satriawan.

Sernentara Humas PLN Wilayah NTB, Lalu Mawardi, mempersilahkan Komisi I dan Komisi IV DPRD NTB membentuk pan-sus, karena selama ini pihak PLN selalu terbuka dan tak pernah tertutup. "Kami mempersilahkan DPRD bentuk pansus, kami slap melayaninya," tantangnya. Disinggung terkait pembangunan PLTU Jeranjang, Kebon Ayu-Gerung, Mawardi dengan tegas mengatakan, pembangunan PLTU tetap berjalan sesuai harapan. Harapan dan kenyataan yang akan dirasakan sebagai dampak pembangunan PLTU cukup luarbiasa. Bukan hanya Pemda Lobar saja yang mendapatkan keuntungan dari pemabngunan PLTU tersebut, tapi berbagai mega proyek yang sedang berjalan seperti pembangunan EMMAR yang berada di Loteng juga. Bahkan diprediksi lima atau sepuluh tahun kedepan, pemadaman listrik secara bergiliran tak akan terjadi lagi.

Diakui Mawardi, permasalahan yang selama ini menjadi batu sandungan adalah terkait harga tanah. Meskipun ada tim apresal untuk melakukan penaksiran harga per are Rp 4,7 juta, harga ini paling tinggi . Tapi sejumlah oknum pemilik lahan masih saja berkutat soal harga. Untuk itu, Tim Sembilan, PLN dan Kejaksaan menurut rencana akan turun ke lapangan meninjau lokasi pembangunan PLTU Rabu (23/1) mendatang'Kita tidak akan pernah mundur, pembangunan tetap berjalan," tandas Mawardi.(mn)

Powered by Drupal - Modified by Danger4k